Pada Suatu Hari di Kantor Google Indonesia


         Siapa yang tidak kenal Google? Google adalah perusahaan Amerika Serikat yang beken dengan mesin pencari bernama Google Search. Orang kita menyebutnya Mbah Gugel he-he. Google didirikan pada tanggal 4 September 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin.  
            Kantor pusat Google berlokasi di California, Amerika Serikat. Sekarang ini kantornya tersebar di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia. Pastinya merupakan suatu kehormatan ketika pada tanggal 24 Juli 2019 tim DBN diundang main ke kantor Google Indonesia yang berlokasi di Jakarta oleh Mbak Fiana Dwiyanti, Community Manager untuk Question Hub di Indonesia. Yay!

google-dearbloggernet

google-dearbloggernet

google-dearbloggernet
Tim DBN sowan ke kantor Google Indonesia

Budaya kerja Google yang istimewa

Ada yang mau main ke kantor Google? Fyi, Google memiliki budaya kerja yang istimewa, DBers. Google menganut budaya kerja “karyawan bahagia demi produktivitas kerja”.
Di kantor Google, karyawannya pada pakai baju casual (asal sopan), setiap hari disuguhi makan siang lezat, dapat jatah main game, bahkan boleh bobok siang! Eits, bobok siangnya bukan di musala atau di mana ya, tapi memang disediakan ruangan khusus untuk itu. Yang penting kerjaan beres! Asyik, kan? Google bukan cuma pengin karyawan mendedikasikan diri untuk pekerjaan, melainkan juga dipersilakan mengembangkan passion di luar lingkungan perusahaan. Hmmm, sepertinya oke kalau perusahaan lokal belajar budaya kerja dari Google.



Apa itu Question Hub?  

            Prinsip Google adalah kita bertanya – Google menjawab. Biasanya kita bertanya dengan mengetikkan keyword. Misal, tik keyword Borobudur di Google Search. Ada yang googling mencari harga tiket masuk Borobudur, ada yang mencari apa saja kesenian di Borobudur, macam-macam, deh. Sebaliknya, ada yang menulis artikel tentang Borobudur. Fakta: tidak semua pertanyaan tentang Borobudur bisa terjawab. Kita sering mendapatkan jawaban umum, bahkan cenderung sama dari satu artikel ke artikel yang lain. Kita tidak menemukan jawaban spesifik yang dibutuhkan.
Contoh kasus. Saya pernah ditanya pembaca blog tentang jinrikisha (becak di Jepang). Pembaca blog tersebut rupanya melihat postingan saya tentang jinrikisha di Instagram. Doi pengin tahu, jalur mana saja yang dilalui jinrikisha. Katanya, sudah bolak-balik googling, tapi tidak ketemu jawabannya. Nah, pertanyaan ini bisa jadi ide buat saya untuk bikin konten blog.  
Tadi saya menyebutkan Question Hub. Apa sih Question Hub itu? Kata Mbak Fiana, Question Hub itu produk beta baru dari Google. Question Hub bertugas mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab oleh Mbah Gugel. Audiens yang belum puas atau tidak menemukan jawaban di Google, menuliskan pertanyaan mereka di dalam boks Question Hub. Next, Google akan mengatur pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan aneka topik seperti topik wisata, kuliner, kecantikan, dll, dan memberikannya kepada publisher (blogger seperti kita).

Question Hub menguntungkan blogger

Tim DBN diajak Mbak Fiana membaca pertanyaan-pertanyaan dari audiens yang tertera di slide presentasi beliau sbb:

Pertanyaan: Gimana cara masuk ke Grab lagi setelah dikeluarkan?
DBN: *nanti kalau ketemu sopir Grab, wawancara, terus tulis di blog*

Pertanyaan: lipstik apa yang tidak mengandung bahan-bahan hewani?
DBN: *nanti pengin tanya-tanya ke teman MUA, terus tulis di blog*

See? Kita tidak tahu siapa audiens yang bertanya, tapi kita bisa memanfaatkan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk membuat konten blog yang mereka butuhkan. Kita bisa memberikan jawaban spesifik yang kita tahu melalui artikel blog kepada audiens kita. Tugas blogger adalah menanam link artikel blog atas pertanyaan audiens. Harapannya, audiens akan kembali mencari melalui Google dan menemukan artikel blog kita.    
Kalau menurut tim DBN sih pertanyaan-pertanyaan tidak terjawab dari audiens tersebut bisa jadi LADANG IDE kita untuk membuat konten. Jadi, setop beralasan tidak punya ide untuk membuat konten! JEDEEERRR!!! *backsound kilat sambar-menyambar*      
Question Hub hadir di tiga negara, yakni Indonesia, India, dan Nigeria. Di India sudah trial satu tahun. User-nya ratusan. Di Indonesia, user yang aktif baru sekitar dua puluhan. Kenapa Question Hub cuma hadir di tiga negara ini termasuk Indonesia? Tujuannya untuk memperkaya inventory di Google Search dalam bahasa Indonesia. Di negara-negara lain inventory-nya sudah cukup komplet. Jadi, kalau kalian punya pertanyaan, sebaiknya submit 100% dalam bahasa Indonesia. Semoga kelak inventory berbahasa Indonesia di Google Search bisa sebanyak yang berbahasa Inggris. 

Apa beda Question Hub dengan Quora?

            Mungkin sebagian besar dari DBers sudah pernah memakai Quora, ya? Question Hub berbeda dengan Quora. Quora itu media sosial, bukan search engine. Inventory di Quora berdasarkan trending topic. Jika sudah tidak trending, inventory akan tenggelam. Sementara, di Question Hub, inventory tidak akan tenggelam. Dengan bermunculannya inventory-inventory baru, inventory lama akan terangkat karena antara satu keyword dengan keyword yang lain saling terkait.  

Cara menggunakan Question Hub?

            Kalau DBers sudah akrab dengan Question Hub, dijamin kalian selalu membuka Question Hub terlebih dahulu sebelum menulis. Ya, itu tadi, untuk mencari ide, misalnya. Jawab pertanyaan-pertanyaan audiens dan eksplor di dalam artikel blog yang akan kalian tulis. Setelah selesai, tanam link artikel kalian. Artikel-artikel berkualitas disaring otomatis oleh Question Hub. Konten spam sono ke laut aje! Question Hub ibarat jadi garda terdepan audiens awam yang akan memakai Google Search.
DBers sila mendaftar di Question Hub DI SINI. Jangan bimbang jangan ragu untuk menyebarkan info ini kepada teman-teman kalian. Oiya, kalian membutuhkan akses Search Console yang terverifikasi untuk menggunakan Question Hub. Kalau belum punya akun Search Console, monggo lihat opsi lain untuk mengakses Question Hub DI SINI. 
     Selesai ngobrol-ngobrol cantik, Mbak Fiana menggandeng (((MENGGANDENG))) tim DBN ke kantin kantor untuk makan siang. Mata kami jelalatan melihat menu western food yang super duper banyak. Kata Mbak Fiana, setiap hari tema menu berganti. Kadang western food, kadang Indonesian food, dst. Sluuurp! Setelahnya, kami keliling kantor. Seru, ih. Dekornya unik dan kreatif! Peralatan rumah tangga nampan, panci, pukulan kasur, dll dicat serba-putih, lalu digantung dijadikan dekor utama. Paling suka tuh sama lampu hias cantik dari botol bekas. Awalnya kami tidak ngeh kalau itu botol bekas, lo. Terus, berhubung ini kantor Google Indonesia, nama-nama ruangannya pun Indonesia sekaleee. Ada Gado-Gado, Ondel-Ondel, dll. Daaan, finally kami melihat sendiri ruangan bobok siangnya hi-hi! Sayang, kami tidak boleh memotret ruang kerja karena kudu menjaga privasi karyawan. Terima kasih atas sambutannya, Google Indonesia!

Lucu ya nama ruangannya?


Lampu hias dari botol bekas

Bobok siang yuk mareee!

            Ayo, daftar Question Hub, DBers! Question Hub bisa jadi ide untuk membuat konten blog yang menarik, beragam, dan dibutuhkan oleh audiens. Bukankah sejatinya melayani adalah tugas utama seorang blogger? [] Haya Aliya Zaki

Google Indonesia
Pasific Century Tower Level 45 SCBD Lot 10
Jl. Jend. Sudirman No. 53 RT. 5 RW. 3
Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190

No comments