#DBNWorkshop How to Start a Travel Blog with Deddy Huang


            Sebagian blogger mengeluh bahwa mereka sulit eksis dan berkarya karena mereka tidak tinggal di ibu kota. Akan tetapi, seorang Deddy Huang mampu mematahkan pendapat tersebut. Meski tidak tinggal di ibu kota, dia tetap bisa eksis (dalam arti positif) dan produktif berkarya.
            Alhamdulillah, beberapa waktu lalu komunitas Dear Blogger Net (DBN) dan C2live berkesempatan menghadirkan Deddy sebagai pemateri DBN Workshop bertajuk How to Start a Travel Blog with Deddy Huang yang berlokasi di Block71, Ariobimo Sentral Level 8, Setiabudi, Jakarta Selatan (25/4).    

Deddy Huang

DBers tampak antusias mengikuti workshop. Ya, kapan lagi kami bisa menimba ilmu dari travel blogger kondang asal Palembang ini? Deddy telah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara atas biaya sendiri maupun bersponsor. Kabar terakhir, Deddy terpilih sebagai salah satu blogger yang mengikuti event Kerala Blog Express session 5 selama dua minggu. Deddy juga sering memenangi lomba blog dan bahkan pernah menjadi juri lomba blog bertema travelling.
Sebagai pembuka, Deddy melontarkan pertanyaan kepada teman-teman blogger. Apa motivasi kami ketika travelling? Liburan sejenak? Pamer foto ke orang-orang? Kabur dari kenyataan? Atau, apa?
Sesungguhnya, travelling adalah sekolah kehidupan yang tidak kita dapat di sekolah formal. Kita tidak harus jalan-jalan ke tempat yang jauh. Pasar bisa jadi salah satu destinasi, lho. Banyak hal yang menarik untuk dilihat dan diamati, terutama interaksi di sana. Kalau kalian rajin menonton IG stories Deddy, tentu kalian tahu Deddy senang jalan-jalan ke pasar. :))
Bagi Deddy, travelling is about discovering, exploring, learning, writing, sharing, promoting, inspiring, and to be a better person. Setelah travelling, kita jadi lebih bersyukur dan memandang sesuatu dari sudut yang lebih baik.   
So, apa langkah awal menjadi travel blogger? Jawabannya: membuat blog dan mulailah … jalan-jalan! Kalau tidak jalan-jalan, dari mana kita mendapatkan konten?
Biasanya Deddy membutuhkan waktu empat hari untuk menyelesaikan satu postingan. Jujur, foto-foto sangat membantu mengingatkan akan peristiwa yang hendak dia tulis. “Berikan nyawa pada tulisan kalian, itu yang terpenting,” kata Deddy tegas. Caranya, dengan banyak latihan menulis dan membaca. Deddy pribadi senang dengan tipe tulisan storytelling, maka dia rajin belajar demi memperkaya diksi. Bagi travel blogger yang senang bercanda, monggo menyelipkan humor di dalam tulisan-tulisannya. Talenta setiap orang berbeda-beda. Cari tahu potensi kalian, gali, dan kembangkan.
Perlu diketahui, tidak semua pejalan menulis catatan perjalanannya dan tidak semua penulis atau blogger melakukan perjalanan.

            Deddy bercerita bahwa dia bergabung dengan beberapa komunitas travel backpacker. Teman-temannya di komunitas tersebut jago banget hunting tiket promo. Bayangkan, tiket Kuala Lumpur–Bangkok PP bisa mereka dapat seharga Rp28 ribu aja! Sayangnya, mereka tidak bisa menulis. Di sisi lain, ada content writer web situs travelling yang harus menulis tentang travelling, padahal mereka tidak pernah jalan-jalan. Alhasil, mereka cuplik info dari sana-sini untuk ditulis. Itu fakta di lapangan. 

    

Suasana DBN Workshop
 
Makan siang!

Tip mengelola travel blog ala Deddy Huang
1. mencari 6 hal saat travelling
            Apa ajakah 6 hal itu? Kuliner, tradisi, budaya, pesona alam, kearifan lokal, dan night life. Paling asyik kalau kita bisa menemukan tempat-tempat yang tersembunyi. Deddy mencontohkan, dia menemukan tempat makan halal di Macau berkat petunjuk dari dua orang TKW asal Indonesia yang baru dia kenal di sana. Ternyata, tempat makan halal ini belum banyak diulas di internet. Kesempatan emas bagi Deddy untuk mengeksplorasi dan menuliskannya di blog. Bagus buat referensi pembaca muslim dan muslimah yang akan travelling ke Macau.       
            Fyi, selain ke pasar, Deddy juga senang jalan-jalan ke museum. Museum memiliki segala sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Bisa jadi bahan konten blog yang oke banget. Kalau DBers, senang jalan-jalan ke museum juga enggak? :)
2. menulis dengan unsur 5W + 1H
            Siapa yang dijumpai saat travelling? Apa profesinya? Destinasinya gimana? Dst. Dst. Unsur Who What Where When Why + How jadi rumus wajib dalam menulis, bukan cuma buat wartawan. Jika salah satu unsur hilang, tulisan berasa pincang. Lalu, sebisa mungkin tulisan kita memiliki sesuatu. Apakah sentuhan human interest, informasi, tren, dll.    
3. posting foto dan menulis caption di medsos
            Sering merasa kepayahan menulis panjang di blog? Cobalah memulai dengan cara posting foto dan menulis caption di medsos terlebih dahulu. Istilah Deddy, bercerita dari gambar. Berikut share pengalamannya.
            Ketika sampai di Pantai Tanjung Setia, Lampung, Deddy melihat sesosok anak kecil duduk termangu sendiri di bibir pantai. Pikiran Deddy dibungkus rasa penasaran. Dia pun menangkap momen itu melalui lensanya. Cerita punya cerita, anak yang bernama Arka tadi ternyata menyendiri di pantai untuk mengobati pedih perasaannya karena sering di-bully oleh teman-temannya. Deddy posting foto pertama (foto Arka) di medsos dan menuliskan cerita ini di caption. Foto kedua, Deddy sedang mengobrol dengan Arka. Foto ketiga, Arka melihat fotonya di kamera Deddy. Semua diberi caption. Nanti Deddy tinggal copy paste caption dan memasukkannya ke blog.
            Kalau dipikir-pikir, sebagian dari kita senang menulis caption panjang-panjang di medsos. Iya, kan? Nah, kenapa caption tidak dikumpulkan dan dimasukkan ke blog aja? Tetap, jangan lupakan unsur 5W + 1H, ya. Jika ada pembaca yang butuh, kita tinggal memberikan link postingan blog kita. Simpel! 

Baca juga: TYPO
  
4. investasi
             Jangan ragu berinvestasi untuk meningkatkan performa kita sebagai travel blogger, apakah mengikuti workshop blogging, membeli kamera, dll.
5. konsisten
            Kata konsisten memang mudah diucapkan, tapi melaksanakannya mungkin tidak. Percayalah, ketika kita konsisten, kita akan bersua dengan berbagai hal yang tidak terduga. Pembaca yang loyal dan ajakan kerja sama dari brand, misalnya. Ini menyenangkan!
6. blogwalking
            Blogwalking menjadi tali pengikat silaturahim antar-blogger. Kita tahu riwayat seorang blogger dari mereka lajang, menikah, sampai punya anak tentu karena blogwalking. Belum pernah saling jumpa di dunia nyata, tapi rasanya udah akrab. Sebaiknya blogwalking bukan karena kita sedang butuh komentar saat ikutan lomba blog atau dapat job aja. Duh, kok jadi kangen kondisi ngeblog zaman dulu. :))
7. jaga attitude
            Soal attitude, Deddy selalu ingat pesan travel blogger almarhum Cumi Lebay, “Tekuni apa yang kamu kerjakan sekarang dan enggak usah pelihara hobi nyindir nyinyir di medsos.” Orang-orang memang tidak bisa menghakimi kita hanya dengan melihat postingan kita di medsos, tapi apa yang kita posting di medsos sedikit banyak bisa menjadi bahan penilaian.
Tiga tahun merintis travel blog, apa aja sih manfaatnya bagi Deddy? Pastinya bisa menyalurkan hobi dan melepas stres (kecuali stres karena deadline haha), punya portofolio, travelling gratis, sumber pendapatan, dan networking.
Pernah ada yang bertanya, apakah Deddy tidak capek ikut lomba blog? Deddy menjawab, tidak. Masing-masing blogger punya cara untuk menjemput rezeki (travelling) mereka. Ada yang melalui undangan dan ada yang melalui menang lomba blog. Sepertinya rezeki Deddy kebanyakan di lomba blog. 
     Terima kasih kepada Tumpeng Mini yang telah mendukung DBN Workshop. Tumpeng Mini adalah tumpeng dengan bentuk mini pertama di Indonesia. Berkat kehadiran Tumpeng Mini, acara workshop jadi tambah spesial. Kami menyantap Tumpeng Langgi Pringgodani khas Solo. Lauknya ayam krispi, empal suwir, kering tempe, abon sapi, serundeng, kentang, perkedel kornet, dan sambal. Yummy! Tutup kemasannya bisa custom logo dan nama acara pula.
Terima kasih kepada Klappertaart Online. Tempo hari kami udah icip-icip klappertaart rasa pisang dan tiramisu. Asli enak, terutama yang klappertaart pisang! Pisangnya tidak amis sama sekali dan rasa manisnya pas. Bikin nagih. 

Deddy Huang dan tim Dear Blogger Net

Foto bersama


Tumpeng Mini

Klappertaart Online

            Last but not least, terima kasih kepada Deddy Huang dan C2live. Kiranya kita bisa berkolaborasi lagi di lain waktu. Well, selamat mengelola travel blog, DBers! Semoga kita semua dianugerahi rezeki dan kesehatan untuk menjelajahi bumi Allah dan menuliskan catatan perjalanan tersebut. Utamakan niatnya untuk kebaikan dan memberi manfaat. Siapa tahu bisa jadi modal menjelajahi nirwana kelak. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. [] Haya Aliya Zaki

No comments