Typo

“Wah, postingan blognya banyak typo, tuh!”
“Malas baca blognya. Typo melulu.”
“Typo lagi, typo lagi, ih.”

Nah, sebenarnya, apa, sih, typo itu, DBers? Typo singkatan dari typographical error. Artinya, salah tulis atau salah tik.

Menulis merupakan kegiatan yang sangat personal, apalagi menulis di blog. Tulisan kita mencerminkan kepribadian kita. Apa yang dipikirkan pembaca ketika mereka melihat typo bertebaran? Mungkin tulisan kita memang keren, inspiratif, dan menambah wawasan. Tapi, kalau typo di sana-sini?


Typo dalam postingan blog sebaiknya dihindari karena dapat mengubah makna kalimat. Orang bisa salah menginterpretasi maksud tulisan kita. Kadang typo membuat kita tertawa geli karena perubahan makna yang disebabkannya.

Contoh typo:
Hari ini dunia blogger berkuda. Hari ini, Ketua Blogger Indonesia, meninggal dunia.
Kata ‘berkuda’ typo. Maksudnya, ‘berduka’.

Hani selalu datang ketiak saya sedang masak.
Kata ‘ketiak’ typo. Maksudnya, ‘ketika’.

Wah, Tanti umurnya baru empat tahun, tapi badannya gede, ya? Kayak anal sekolah.
Kata ‘anal’ (anus) typo. Maksudnya, ‘anak’.

Perlu diingat, salah satu senjata blogger adalah BAHASA. Bahasa yang disampaikan melalui tulisan. Kalau di media cetak atau penerbit buku, tulisan kita pasti melalui seleksi editor naskah sebelum tayang atau terbit. Semua yang kurang sesuai akan diedit, termasuk typo. Bahkan, satu naskah bisa mengalami editan berlapis. Tujuannya agar karya tulis benar-benar tampil sempurna di mata pembaca nantinya. 

Bagaimana dengan blog? Bukankah tidak ada editor yang ‘menjaga gawang’ sebelum postingan naik? Karena tidak ada, kita harus menjadi editor bagi tulisan kita sendiri. Sekali lagi, hati-hati soal typo. Keseringan typo, blogger jadi tampak CEROBOH dan TIDAK PROFESIONAL. Lebih parah, pembaca bisa berpikir negatif. Mengurus hal kecil saja blogger tidak mampu, bagaimana kalau mengurus hal besar? Dalam hal ini, pembaca bukan sekadar pembaca biasa, melainkan juga perwakilan agensi, brand, dan orang-orang yang ingin mengajak kita bekerja sama. Beberapa brand berkata kepada blogger, "Tolong penulisan nama brand kami jangan sampai salah. Terus, huruf awalnya harus huruf besar karena ini nama brand." Wah, sampai sebegitunya, ya? Iya! 

Lalu, bagaimana cara menghindari typo, DBers?

Simpel.


Mulai sekarang silakan membaca ulang tulisan (beberapa kali kalau perlu) sebelum menekan tombol SUBMIT atau POST. Self editing! Kalau postingan sudah naik, baca-baca lagi juga. Biasakan ‘rewel’ pada tulisan sendiri. Kata Nenek, rewel demi kebaikan itu bagus. J Pembaca senang, blog pun tambah ramai pastinya.  Nah, sekarang DBers sudah berani bilang, “Selamat tinggal, Typo!”? [] Haya Aliya Zaki

No comments