Tip Memenangi Live Tweet Competition

         Halo, DBers! Kali ini saya akan membahas tentang live tweet competition. Hari gini blogger erat kaitannya dengan media sosial. Blogger dan media sosial ibarat amplop dan prangko. Duh, perumpamaannya jadul banget. :)) Klien yang memberikan job kepada blogger, biasanya akan melihat “kehidupan” media sosial sang blogger juga.  Jadi, job bisa berupa blog post saja atau job paketan blog post sekaligus cuap-cuap di media sosial, seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.

Hari gini juga ada yang namanya live tweet acara dan biasanya diperlombakan. Nama kerennya: live tweet competition. Klien mengundang blogger untuk menyemarakkan acara mereka antara lain launching product, talkshow, seminar, dll, melalui live tweet. Bukan semarak sekadar semarak, sebenarnya, klien berharap info acara mereka tersiar ke seantero penjuru negeri.


Berikut tips memenangi live tweet competition:
1. Datang on time
Usahakan datang awal atau minimal on time ke acara supaya bisa kenalan dengan peserta acara dan syukur-syukur bisa kenalan sama narsumnya. Tanya akun narsum. Mensyen kalau sedang nge-tweet. Kalau di-RT, keterbacaan live tweet kita semakin luas. Siapa tahu followers ikut nambah.

2. Hashtag tidak salah
Hashtag salah = FATAL! J Kalau hashtag-nya rada panjang dan kata-katanya sulit bagaimana? Bisa aja kita silap, kan? Nah, supaya gampang, copy hashtag sejak acara mulai. Nanti setiap nge-tweet, kita tinggal paste. Insya Allah tidak ada lagi cerita menangis di pojokan kalah live tweet competition gara-gara salah hashtag.

3. Hindari terlalu banyak singkatan
Lho, kan cuma 140 karakter? Masa tidak boleh menyingkat kata? Jawabannya, boleh! Boleh banget menyingkat kata. Asaaal … singkatannya yang sudah lazim, contoh “yg”, “drpd”, “bgt”, dst. Followers sudah khatam kalau kata-kata ini adalah singkatan dari “yang”, “daripada”, “banget”, dst. Kalau singkatan “psr”, “lpr”, mlt”, dst, ada yang tahu kepanjangannya? Singkatan juga jangan terlalu banyak. Nanti followers berkerut-merut kening membacanya. Padahal, pergerakan timeline Twitter sangat cepat. Kasihan followers ketinggalan info karena kelamaan mencerna tweet kita yang rumit binti mumetin binti njelimetin. Kalau tidak muat dalam satu tweet, tinggal disambung ke tweet berikutnya ya, DBers.

4. Tweet yang disampaikan narsum
Followers pastinya pengin mendapatkan ilmu atau info dari narsum acara karena mereka tidak bisa hadir. Kalau followers merasa live tweet kita bermanfaat, mereka akan dengan sukarela RT.


5. Konsisten
            Konsisten nge-tweet dari awal sampai akhir acara. Kalau cuma nge-tweet 5 biji, jangan terlalu berharap menang, please.

6. Bangun percakapan

Nah, inilah salah satu gunanya datang awal atau minimal on time tadi. Kita bisa kenalan sama teman-teman lain dan tanya akun Twitter mereka. Asyik, kan, mensyen-mensyenan saling reply, quote, atau retweet. Lumayan traffic jadi lebih rame. Jumlah tweet jadi lebih banyak. Kans menang jadi lebih besar. Kalau followers bertanya, usahakan membalas, oke. Jika DBers tidak tahu jawabannya, catat pertanyaan mereka, ajukan ke narsum di sesi tanya jawab nanti.

7. Fleksibel
Jangan cuma nge-tweet materi yang disampaikan narsum. Tweet juga tentang suasana acara, tweet pic makanan, selfie, apa deh yang seru-seru dan lucu. Fleksibel, jangan terlalu kaku. 

8. Networking
Meski tidak menang, selesai acara sebaiknya kita tetap nge-tweet semacam “Senang banget bisa diundang ke acara ini. Semoga kapan2 diundang lagi, ya!^^” ini untuk membangun networking (benefit jangka panjang).

Oiya, blogger kudu wajib mesti membawa power bank. Katakanlah satu acara butuh waktu 2 jam. Buat jaga-jaga jika lowbat. Dan, fyi, live tweet berarti reportase langsung via Twitter; mata fokus pada layar smartphone dan telinga fokus menyimak jalannya acara. Kepala menunduk terus. Ini melelahkan, lho. So, kalau bisa, bawa juga laptop. Live tweet memakai laptop lebih nyaman, kecuali live tweet acara traveling yang kudu wira wiri. Tidak mungkin kita pakai laptop.    

Usah sedih usah lara kalau gara-gara live tweet competition kita jadi mendadak kompak “mengheningkan cipta” tidak bisa haha hihi kongkow ngobrol sama teman-teman. Klien mengundang blogger tentu berharap benefit. Salah satunya, campaign atau program mereka gong ke mana-mana melalui live tweet. Bahkan, mungkin hampir semua klien berharap acara mereka hits TT alias Trending Topic. Ini “risiko” pekerjaan sebagai blogger. Soal ngobrol sama teman-teman nanti bisa diatur sendirilah waktunya selesai acara atau di momen pas lainnya. Akur?

Terakhir, banyak faktor penentu kemenangan live tweet competition. Ada yang berdasarkan jumlah tweet dan konten, ada yang berdasarkan reach, ada pula yang berdasarkan satu kalimat tweet (yang dianggap paling inspiratif) thok. Kalau belum menang, tidak perlu kecewa. Berbagi info bermanfaat, tidak pernah rugi. Sebaliknya, kalau live tweet kita malah dianggap spam? Sebelum mulai, boleh “kulonuwun” dulu kepada followers bahwa kita akan live tweet selama sekian jam. Mudah-mudahan mereka tidak merasa terganggu. J    


Bagaimana, DBers? Kalian punya tip menarik memenangi live tweet competition ala kalian? Yuk, berbagi di sini! [] Haya Aliya Zaki

No comments