Pasrah Bukan Berarti Kalah

Adakalanya manusia harus pasrah pada keadaan yang sedang dihadapi. Pasrah di sini bukan berarti kalah, melainkan mundur untuk kemudian melangkah maju kembali dengan sikap optimistis, DBers.

Tidak semua hal yang kita inginkan bisa tercapai sesuai harapan. Tugas manusia hanya berusaha dan berdoa. Hasilnya nanti kembali lagi kepada Yang Maha Pengatur. Hal seperti ini kadang terjadi dalam keseharian kita.




Baru-baru ini saya mendapat pelajaran dari film Cars 3, sebuah film animasi komputer tiga dimensi yang diproduksi Pixar Animation dan Walt Disney. Pelajaran yang bisa dijadikan contoh saat anak-anak bertanya.

Film Cars 3 digandrungi banyak keluarga sejak awal kemunculannya. Sebagaimana yang diketahui, tokoh film ini, Lightning McQueen (Owen Wilson) adalah legenda balap. Dia selalu menjuarai perlombaan balap mobil. Tapi, apa jadinya saat dia berhasil dikalahkan oleh pendatang baru yang berusia lebih muda dan lebih canggih mesin mobilnya?

Tentu McQueen kecewa dan merasa gagal. Dia mencari cara untuk bisa memenangi perlombaan balap mobil lagi, yakni dengan keras berlatih. Berlatih harus diiringi sifat sabar dan rendah hati. McQueen juga berinisiatif mengganti teknologi mobilnya.


Dari film tersebut, saya mengambil hikmah bahwa usia seseorang itu ada batasnya. Begitu pula dengan McQueen yang harus siap pensiun dan mengalah pada pembalap muda. Pensiun bukan berarti berhenti. McQueen terinspirasi dari mentornya Fabulous Hudson Hornet (almarhum Paul Newman). Dia beralih menjadi pelatih andal untuk Cruz Ramirez (Cristela Alonzo), mentransfer ilmunya agar Cruz dapat memenangi perlombaan balap mobil.

Ketika mendengar kata “pensiun”, saya jadi teringat usia yang semakin bertambah. Haruskah saya pensiun dari satu kegiatan untuk melangkah pada kegiatan berikutnya? Hmmm … jawabannya cuma saya yang tahu. Yang jelas, saya juga sudah mengambil tindakan pasrah terhadap beberapa kegiatan. Pasrah bukan berarti berhenti, masih banyak kegiatan lain yang bisa saya kerjakan (sambil menyemangati diri sendiri J).

Hikmah dari film Cars 3 juga saya jadikan contoh saat si Sulung akan mengikuti Olimpiade Matematika. Saya berpesan kepadanya untuk mengerjakan terlebih dahulu soal-soal yang mudah. Awalnya dia tidak terima. Katanya, itu berarti dia menyerah dan sama saja dengan kalah. Setelah saya jelaskan sesuai dengan bahasa yang mudah dimengerti, barulah dia  bisa menerima. Apa jadinya kalau dia hanya berkutat pada satu soal yang sulit saja? Waktu akan habis dan alhasil malah soal-soal yang mudah akan kosong tidak terjawab. Di sini kita memerlukan taktik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pasrah dulu pada satu soal demi menang pada soal-soal lainnya.

Jadi, pasrah?

Pasrah bukan berarti kalah, kok, DBers. Semua ada batasnya, asalkan kita tetap semangat dan optimistis, kita pasti akan jadi “pemenang”. [] Lidya Fitrian

No comments